Hongkong Bound 2014: Travelling Rombongan

Tulisan ini harusnya diikutsertakan ke lomba blogging tapi apalah daya mamak mamak kejar deadline ini rasanya kejar daku kok ndak ketangkap-tangkap, alias mission almost impossible wkwk. Yasudahlah mari kita post draft tulisannya daripada dianggurin hehe #blogcompetition #travelblogger #WeGoDiscoverHK #DiscoverHK #semuapakehashtag #padahaltelatheeyy #hiks


“Traveling is a matter of seeking a great perhaps. Opening up to possibilities and chances that what might happen, will guide you to better places, journey, and maybe, your life turning point.”

Salah satu hal yang paling khas dari karakter kami sebagai orang Bugis adalah kekeluargaan. Hobby yang paling jelas dan rutin dilakukan tentu, traveling rombongan! Seru, hectic, banyak chaos, tapi tetap happy.

Saya pribadi agak kurang suka dengan sistem tour guide yang liburannya sudah diarrange terkadang jadi terburu-buru dan tidak menikmati, sudah begitu partner liburannya pun orang-orang yang tidak dikenal. Lebih baik bersama keluarga, dan kita sendiri yg jadi tour guide-nya. Apalagi sekarang informasi tentang destinasi wisata sudah banyak di internet. Kita bisa bikin itinerary sendiri yang cocok dengan gaya traveling kita 😉

Hal yang paling penting dalam traveling keluarga: Destinasi! Tujuan wisata harus bisa mencakup interest semua kalangan, supaya siapapun yang berangkat bisa menikmati perjalanan. Anak-anak, dewasa, kalangan ibu-ibu, bapak, ABG, tua, muda.

Di tengah perjalanan internsip saya tahun 2014, saya sempat pamit “refreshing” sebentar ke hongkong bersama keluarga besar. Bayangkan rute-nya: Baubau-Makassar-Jakarta-Hongkong pp. Habis waktu di transit hehehe 😀 Cerita keberangkatan saya ada di sini: Hongkong Departure Story

Di hongkong kurang lebih 5 hari aja, dan tiap harinya full olahraga kaki alias jalan dengan jarak g santai yang kalo ditotal bisa jadi jalan kaki terpanjang seumur-umur. Hiks. Voltaren mana voltaren.

Salah satu hal yang saya kagumi dari negara luar adalah kedisiplinan dengan public transport (tentu sajaaah qaqaq). Mungkin ini juga penyebabnya ya saya hampir g pernah liat ada orang obesitas. Jalan kaki terus kakaaaa gempor masyaAllah.

Hongkong itu mirip apa ya, hmm… Sekilas mirip Shanghai dengan budaya manusia-nya yang less chinese dibanding Shanghai (lah maksudnya gimana tuh wk). Mungkin

karena Hongkong lebih terbuka dan area bebas keluar masuk gitu ya. No visa needed juga kan. Jadi “budaya” khas-nya udah hampir g ada, lebih kerasa kaya kota turis semacam Singapura juga, tapi more crowded dan agak chaotic.

Yang bagus di Hongkong sebagai tujuan destinasi keluarga adalah: lengkap! Mau itu tempat belanja lengkap dari yang murah sampe mahils buat ibuk-bapak, tempat main buat anak-anak (disneyland yhaa), pemandangan sky scrapper building, sungai dengan skyline kece di malam hari, dsb. Semua ada disini buat orang yang hobby traveling, kecuali udara seger wkwk. Apa karena lokasi tempat nginep kami di area suburb yang pengap, ya mungkin juga. Tapi udaranya teh yaa kering pengap meni sedih hixx.

Eh, ada deng yang g ada: wisata kuliner! Buat muslim, pergi ke negara yang basis-nya Chinese emang agak ngeri urusan makanan. Susah banget memang. Tapi karena destinasi wisatawan muslim dan banyaknya juga TKI kesini, hongkong lebih possible buat kita dapet makanan halal. Karena tau kondisi tersebut, dan berhubung kami traveling rombongan yang mostly anak-anak, dari Indonesia kami udah siap bawa ayam goreng dan makanan kering tahan lama yang buanyak hampir sekoper. Di hongkong beli magic jar dan beras, hehe. Terus masak nasi deh di hotel :DDD

Ini dia top destinasi hongkong versi sayahh:

  • Disneyland Hongkong: Isn’t it obvious ahaha, mungkin disneyland terdekat dan termurah dari Indonesia ya di Hongkong. Childhood remedies banget memang disneyland itu. Best part-nya tetep, closing fireworks
  • Ngong Ping 360; Ini kita semacam naik cable car super jauh dan melewati beberapa bukit di Hongkong. Pemandangan tinggi jadi bisa liat Hongkong dari atas. Such a pweety sigh 🙂 Berhentinya juga di Ngong Ping Village yang jadi jalur buat ke patung budha besar. Tapi ya jauh banget udah keburu mager :DD
  • The Peak; Kita naik trem keatas buat liat hongkong. Cantik banget buat sore ke malam hari. Bisa dapet sunset dan lampu malam hari di kota Hongkong

And the last but not the least: Tsim Sha Tsui Waterfront

Mungkin karena saya gak suka belanja ya dulu jadi postingan lokasi liburan emang gak ada belanjanya sama sekali hehe. Eksplorasi kota-nya sendiri terbatas banget karena yang namanya travelling rombongan ya itu konsekuensinya, harus mengutamakan kepentingan bersama :DD

Sekian rendezvous kali ini, sampai jumpa di postingan travel selanjutnya ❤

A 2014 rendezvous: Hongkong Departure Story

(A throwback post from 2014)

Sekarang saya sedang berada dalam perjalanan pesawat menuju… Jakarta. Bukan buat pulang kampung, tapi buat travelling part kesekian ke… Hongkong. Kurang random gimana ya kan? Dokter internsip di kota Bau-Bau tapi jalan-jalan jauh.

Sebenernya bisa-bisa aja, soalnya skrg saya lagi stase IGD. Bisa libur asalkan yang lain mau cover. Dan teman-teman saya yang baik-baik dan lucu-lucu itu *uhuk* juga pada mau pulang dan dengan senang hati mau saling menggantikan.

Sepupu-sepupu saya, ya mostly sih g semua, pada liburan kesana semua, kira-kira ber 15. Dan saya udah dibeliin tiket. Ayah mengizinkan dan malah instruksikan pergi, saya yang sebenernya agak mager ini jadi berangkat. Booo, dari Bau-Bau ini berangkatnya, bukan Bandung. Ngebayangin perjalanannya aja udah males duluan hiks. Cape -,-

Ya kapan lagi liat Hongkong gratis. Ya gak gratis sih, tiket Baubau-Jakarta ttp byr sendiri huhuhu. AUUUMMMM!

***

IMG_9482
12 jam di pesawat = kelelahan yang HQQ

Yak lanjut nulis yg kepotong, skrg sy di pesawat menuju HK. *fyuuuuhh

Banyak diberi kesempatan travelling ke berbagai tempat, yang berbeda-beda, melihat banyak hal, dan merasakan langsung, semoga membuat saya makin pandai menelusuri hikmah dan pelajaran. Makin awas dalam melihat dan berpendapat.

Bahkan di perjalanan awal aja udah banyak masalah terjadi. Saya rencana bawa ikan tuna segede batang pohon kelapa dgn panjang 1-1,5 meter (asli guede) 4 ekor buat pompo, udah ngurus segala macam izin di Departemen Perikanan dan bikin surat pengantar eeeh di bandara dicegat dan ditahan. Batal. Pas di bandara Makassar pesawat delay, akhirnya saya (demand dengan keras ke lion air) pindah pesawat eeeetapi bagasi saya g ikut pindah masih di pesawat yg delay. Padahal saya harus connecting flight ke hongkong siangnya langsung.

It’s a miracle to actually sit here, writing things to you, INSIDE this airplane, on my way to HK. Perjuangan ini booooo~ *exhaustion sigh* Kalau Allah takdirkan jadi berangkat, mau jumpalitan segimanapun, kibar2 bendera putih, koprol dari terminal 1 ke terminal 2, pasti tetep bisa berangkat. Despite all difficulties that I have, there has been always bright lights in the end of the dark tunnels, leading me to find a way out. *lagi lebay*

It really is a big burden for me to travel here and there. Even if I go for a year to Buton, or even a short trip to any country. Because I will be expected to do better, to be better. That’s the tricky question -,- so I will forced myself to absorb, think, and learn things deeper abt whats happening in my surroundings during my personal trip. Hopefully, other expectation won’t turn into dissapointment. 😦

 

Our journey is personal. Even if I am travelling with you, your journey will not be mine. Nor I yours.