Travelling Notes: Yogyakarta (Part 1)

Assalamu'alaikum! Mencoba kembali disiplin nulis, apa aja. Menulis buat saya rasanya lebih intim, hangat, dekat, personal, dan menenangkan. Beda sama social media, misalnya instagram atau path, publik disana (netizen kalo orang bilang) terlalu diverse, perbedaan latar belakang-ideologi-agama-pekerjaan-dll potensi bikin socmed war tinggi sekali, dan most of the time berdebat disana g ada manfaatnya selain cari [...]