Travelling Notes: Yogyakarta (Part 1)

Assalamu’alaikum!

Mencoba kembali disiplin nulis, apa aja. Menulis buat saya rasanya lebih intim, hangat, dekat, personal, dan menenangkan. Beda sama social media, misalnya instagram atau path, publik disana (netizen kalo orang bilang) terlalu diverse, perbedaan latar belakang-ideologi-agama-pekerjaan-dll potensi bikin socmed war tinggi sekali, dan most of the time berdebat disana g ada manfaatnya selain cari musuh.

Maksud kita untuk menebar kebaikan tapi yang ditangkapnya justru berbeda karena memang social media terbatas sekali menyampaikan hal yang kita maksud. So, social media buat saya (sampai saat ini karena metode saya mgkn msh cupu) mostly masih cuma semacam daily journal yang sifatnya ringan-ringan saja ehehe. Jadi kebanyakan orang malah menebak-nebak, ini fulki sebenernya lagi ngapain sih? Saya juga gak merasa ada dalam posisi yang harus menjelaskan.

Blogging tetap jadi media terbaik saya untuk refleksi dan diskusi.

Saya baru aja kembali dari liburan ke Yogyakarta, asli yang ini perdana liburan. Bukan karena ada agenda pekerjaan/pelatihan. Hampir 1 tahun ke belakang, lumayan jadi tahun yang berat bagi suami saya. Beliau menjalani semua proses persiapan ujian PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis), mulai dari magang dan pindah sekeluarga ke Tangerang, keliling cari rekomendasi dan menyiapkan persyaratan sampai akhirnya menjalani rangkaian ujian PPDS.

Saya yang mengiringinya aja lelah apalagi yang menjalani. Makanya kami akhirnya memutuskan untuk refreshing sejenak, tarik napas panjang dan recharge.

Seru banget sih! Apalagi di usia Jafar yang sekarang (1 tahun 4 bulan), udah aktif banget kesana kesini, mulai ngerti kalo ditunjukin ini itu, makan udah bisa apa aja, dan bawaan udah gak serempong dulu. Walaupun tetep aja ya, liburan bawa anak gak boleh ambisius kaya dulu. Ada jadwal yang gak bisa dilawan; jadwal makan, po*p, dan tidur. Ehehe. Tapi kami tetap menikmati banget perjalanan ini. Bonding time bertiga dan melatih team work antara saya dan suami.

Kenapa Jogja? Karena dekat dan murah. Dan lagi karena 25% saya orang jogja, aslinya Sleman. Kakek saya 1000% orang jogja aseliii, dari rumah di sleman kt bisa liat gunung Merapi, ngitung tanggal masih pake aksara jawa. Ibu saya kalo masak, bahkan selera-karakter-kultur bukan cuma kalo masak,  jawa banget… jadi kangen gudeg T_T

HARI 1: BANDUNG-YOGYAKARTA

Bawaan ke Yogya bertiga bareng bayi:

  1. Koper satu buah isi pakaian dan semua yang bisa dimasukin (bapake ANTI bawa printilan dan tentengan kecil-kecil, jadi mending satu walaupun agak besar gapapa)
  2. Diaper bag ini buat bawaan bayi yang mobile dan bisa dibutuhin kapan aja, isi pampers, baju ganti, snack, minuman, minyak telon, dan emergency kit.
  3. Stroller, buat jafar ini penting karena waktu tidur doi gak bisa banget keganggu. Jadi kalo lg jalan-jalan bisa tidur siang di stroller. Penting banget buat toddler punya nap time yang proper supaya gak cranky. Sengaja kita emang punya stroller yang kecil dan bisa ringkas dibawa, bahkan bisa jadi ransel. Kita pilih baby city jogger karena dia bisa recline.
  4. Hip seat carrier, ini juga wajib bawa buat saya, karena sangat mungkin anak tiba2 minta gendong sedangkan kita lg riweuh bawa barang or turun naik kendaraan. Penting bawa gendongan yang gak pegel dan kedua tangan kita bisa bebas.
  5. Tas kecil Ibu, isi dompet, identitas diri (saya bawa passport kemana2 karena g ada KTP) dan HP.

Perjalanan Bandung-Yogya

Perjalanan ke Yogya dilalui via Jalur Darat, naik kereta api, hehe. Tiket perorang Rp 320.000,00 dan perjalanan ditempuh selama kurang lebih 8 jam. Bagaimana kondisi di kereta sambil bawa bayi?

Nikmati ajalah apapun kondisinya. 

Ada kalanya dia rewel, ya kita ajak jalan. Ada kalanya dia bobo, ya kita ikut bobo. Intinya, gak panik, dan be prepared for everything haha. Selama di kereta ya gantian aja saya sama suami ajak main, bawa ke gerbong resto, liat pemandangan, dll.

IMG_3427
Boboho sudah sampai di Jogja, stasiun Tugu sekarang udah jauh lebih bagus :’

Kami sampai ke Jogja kurang lebih pukul 4 sore, dan langsung menuju ke hotel di daerah Kaliurang. Sebelum ke hotel, melipir sebentar beli gudeg YuDjum dibungkus. Hari pertama agendanya: istirahat dan go-food ahaha. Cape juga di jalan pake kereta.

Dan kami menemukan makanan enak bangetttt di go-food rekomendasi @depepedia:

IMG_3448
TAHU WALIK OM TA, INI ENAK BANGEEET DAN MURAH T___T

HARI 2: KALIURANG – ULEN SENTALU – KOPI KLOTHOK – FILOSOFI KOPI – RATU BOKO

Ini hari paling ambisius ya, dan satu-satunya hari dimana kami sewa mobil biar puas dan terjangkau semua. Bawaan bayi pun bisa ringkes dalem mobil gak ditenteng. Sewa di jogja ini 275.000 sehari udah termasuk supir (murah banget).

Ulen sentalu tentu a must ya untuk museum jogja, sengaja pengen kesana lagi karena suami belum pernah.

 

IMG_3488
Satu-satunya area di Ulen Sentalu yang boleh foto, anak bayi manyun kepanasan

Setelah dari Ulen Sentalu kami makan siang di Kopi Klothok daerah Pakem, makanan rumahan Jogja yang terkenal dan hitz banget. Makanannya enakkk, berbagai jenis lodeh, TELUR DADARNYA TERBAIQQUE, sukaa sekaliii ❤ tapi karena tempatnya ngesang bin hot jeletot jd g smpt foto. Apalagi anak bayi tidur.

Dari kopi klothok kami mampir di cafe filosofi kopi, berhubung emak-emak ini doyan banget es kopi susu, sampe ngrengek-rengek suami minta dibeliin mesin kopi tapi tentu gak acc, haha. Ada dua kopi enak di Jogja yang saya go-food; hayati coffee & couvee, tapi yg saya kunjungi justru si filosofi kopi ini. Lokasinya agak jauh sebenernya, cuma karena kepo aja, hehe.

Destinasi terakhir kami hari itu adalah candi ratu boko, yang terkenal setelah film AADC 2. Tempat ini juga terkenal untuk menikmati sunset, jadi kami memilih kesana di akhir perjalanan kurang lebih jam 4 sore. Yang enak disini sebenernya karena lapangan rumput besar, bersih, udaranya segar dan pas banget golden hour sunset jadi cahayanya buaguuuss banget masya Allah. (jadi liat apa tho bu di ratu boko? kok malah rumput yg diinget? ahaha entahlah)

IMG_8680

Yah intinya happy lah hari kedua ini, bayi gak rewel dan sangat kooperatif. Ceria sekaliii :’) bisa lari kesana sini ngejar ayam menurut dia udah paling mbahagiakan. Alhamdulillah sederhana sekali anak kecil itu ya…

Perjalanan hari kedua ditutup dengan makan bakmi Pak Gito yang uenak tenan.

Bagaimana inihhh semua kuliner jogja saya sukaa ❤

Bersambung…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s